Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Museum Bank Indonesia
Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Museum Bank Indonesia
LANGIT DI atas Kota Jakarta, Jumat lalu (24/1) lalu terlihat cerah. Di tengah kepadatan arus kendaraan dan hiruk-pikuknya ibu kota, tak sedikitpun menyurutkan semangat sejumlah wartawan Cirebon yang berkesempatan mengunjungi salah satu tempat bersejarah Museum Bank Indonesia.
Selama dua hari melakukan kunjungan ke Gedung Bank Indonesia pusat, puluhan wartawan cetak dan elektronik Cirebon cukup banyak mendapat kejutan. Salah satunya saat bisa menikmati dua musium milik Bank Indonesia yakni museum Artha Suaka dan musium Bank Indonesia. Selain penataan ruang demi ruang yang terkesan nyaman dan familier, ada banyak hal khususnya berkaitan dengan sejarah saat kita mengunjungi dua musium tersebut. Jika kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi dua museum sekaligus, maka berbagai kejutan juga bisa kita temukan saat mengunjungi museum Bank Indonesia. Apalagi pada dasarnya beberapa isi dari museum Artha Suaka juga akan dengan mudah ditemukan di museum Bank Indonesia. Pasalnya, museum khusus musium Artha Suaka hanya berisikan koleksi jenis uang mulai dari jaman kerajaan Majapahit di abad 9 hingga sekarang.
Padahal koleksi serupa juga bisa ditemukan saat kita menghabiskan waktu di musium Bank Indonesia.
Sejak didirikan pada 15 Desember 2006 lalu, saat ini memang belum banyak yang tahu tentang keberadaan museum Bank Indonesia. Padahal,selain sebagai wahana untuk melepas kepenatan dengan melihat-lihat bangunan bersejarah, di museum Bank Indonesia kita akan sangat banyak menemukan pelajaran yang sebelumnya belum ditemukan di tempat lain. Selain menawarkan nuansa tempo dulu, bangunan khas jaman pemerintahan Belanda ini juga jauh dari kata angker. Jika musium selalu diidentikan dengan tempat yang angker, penuh dengan benda-benda kuno yang mistis sehingga terkadang membuat bulu kuduk pengunjungnya berdiri.
Namun memasuki musem Bank Indonesia di Jakarta, kesan itu tidak terasa sama sekali.
Di beberapa bagian memang sudah pernah diperbaikai. Namun, bentuk dan desain nyaris tak menghilangkan aslinya. Sehingga saat memasuki gedung yang dulu bernama De Javasche Bank ini, keaslian meja teller jaman Belanda pun masih terlihat.
Di dalam museum sendiri, ada dua belas ruangan kecil kerangkeng yang digunakan sebagai tempat transaksi menabung atau meminjam uang. Demikian pula lantainya, masih asli, tidak ada perubahan, namun tentunya dirawat dan diperbaiki sana-sini agar terlihat bagus. Yang paling menarik di museum ini adalah ruang peralihan. Pintu pertama saat memasuki musem. Disini pengunjung dapat berinteraksi menagkap uang koin yang berjatuhan dalam gambar proyektor. Uang koin tersebut dapat ditangkap hanya dengan bayangan tangan. Dan jika tertangkap maka akan diinformasikan nilai dan sejarah uang tersebut.
Ada ratusan uang kuno yang dikoleksi. Mulai uang yang terbuat dari daun, kain tenun, logam emas, kertas dll. Tentunya dengan keterangan sejarah uang tersebut dijelaskan dengan rinci.
Teknologi jaman Belanda yang juga cukup menarik adalah teknologi cermin bayangan. Teknologi ini layaknya CCTV jaman sekarang. Ada sebuah ruangan tempat menyimpan cadangan uang dan emas berbentuk kotak. Ditengahnya terdapat sebuah ruangan lagi berbentuk sama hanya diberi jeda sekitar 50 CM.
Nah, disudut siku ruangan dalam diletakan cermin. Cermin ini memantulkan bayangan dari setiap orang yang memasuki ruangan tersebut. Jadi hanya dengan berdiri di satu titik pintu masuk, semua aktifitas dapat terpantau jelas. Mirip CCTV.
Keunikan lain yang ditawarkan yakni adanya uang pelet, uang asli dari jaman kerajaan Banten yang digunakan sebagai bagian dari ritual melamar seorang gadis. Semuanya disajikan menarik, tanpa ada kesan horor.
Selain berbagai fasilitas, museum Bank Indonesia juga menawarkan berbagai teknologi mulai dari sejarah Bank Indonesia, koleksi uang di jaman kerajaan, pengetahuan mengenai ke Bank sentralan dan berbagai informasi lainnya. Anda penasaran?-Ghiok Riswoto/MD
Pak bagaimana cara berkunjung ke museum arta suaka?
terima kasih
alek muhibat - February 16, 2009 at 5:19 pm
Kalau bisa tolong dijelaskan sejarahnya tahun berapa mulai uang yang terbuat dari daun, kain tenun, logam emas, kertas
Dado - October 13, 2009 at 4:43 pm
Mulai uang yang terbuat dari daun, kain tenun, logam emas, kertas dll
bisa di jelaskan pak
daniel - June 19, 2011 at 2:29 pm