<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hidup di Balik Goresan Tinta</title>
	<atom:link href="http://ghiokriswoto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com</link>
	<description>Jadikan Hidup Kita Bernilai Bagi Orang Lain</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 00:36:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ghiokriswoto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hidup di Balik Goresan Tinta</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ghiokriswoto.wordpress.com/osd.xml" title="Hidup di Balik Goresan Tinta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ghiokriswoto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Museum Bank Indonesia</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/29/mengenal-lebih-dekat-keberadaan-museum-bank-indonesia/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/29/mengenal-lebih-dekat-keberadaan-museum-bank-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 18:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Museum Bank Indonesia LANGIT DI atas Kota Jakarta, Jumat lalu (24/1) lalu terlihat cerah. Di tengah kepadatan arus kendaraan dan hiruk-pikuknya ibu kota, tak sedikitpun menyurutkan semangat sejumlah wartawan Cirebon yang berkesempatan mengunjungi salah satu tempat bersejarah Museum Bank Indonesia. Selama dua hari melakukan kunjungan ke Gedung Bank Indonesia pusat, puluhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=125&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Museum Bank Indonesia</p>
<p>LANGIT DI atas Kota Jakarta, Jumat lalu (24/1) lalu terlihat cerah. Di tengah kepadatan arus kendaraan dan hiruk-pikuknya ibu kota, tak sedikitpun menyurutkan semangat sejumlah wartawan Cirebon yang berkesempatan mengunjungi salah satu tempat <span id="more-125"></span>bersejarah Museum Bank Indonesia.<br />
Selama dua hari melakukan kunjungan ke Gedung Bank Indonesia pusat, puluhan wartawan cetak dan elektronik Cirebon cukup banyak mendapat kejutan. Salah satunya saat bisa menikmati dua musium milik Bank Indonesia yakni museum Artha Suaka dan musium Bank Indonesia. Selain penataan ruang demi ruang yang terkesan nyaman dan familier, ada banyak hal khususnya berkaitan dengan sejarah saat kita mengunjungi dua musium tersebut. Jika kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi dua museum sekaligus, maka berbagai kejutan juga bisa kita temukan saat mengunjungi museum Bank Indonesia. Apalagi pada dasarnya beberapa isi dari museum Artha Suaka juga akan dengan mudah ditemukan di museum Bank Indonesia. Pasalnya, museum khusus musium Artha Suaka hanya berisikan koleksi jenis uang mulai dari jaman kerajaan Majapahit di abad 9 hingga sekarang.<br />
Padahal koleksi serupa juga bisa ditemukan saat kita menghabiskan waktu di musium Bank Indonesia.<br />
Sejak didirikan pada 15 Desember 2006 lalu, saat ini memang belum banyak yang tahu tentang keberadaan museum Bank Indonesia. Padahal,selain sebagai wahana untuk melepas kepenatan dengan melihat-lihat bangunan bersejarah, di museum Bank Indonesia kita akan sangat banyak menemukan pelajaran yang sebelumnya belum ditemukan di tempat lain. Selain menawarkan nuansa tempo dulu, bangunan khas jaman pemerintahan Belanda ini juga jauh dari kata angker. Jika  musium  selalu diidentikan dengan tempat yang angker, penuh dengan benda-benda kuno yang mistis sehingga terkadang membuat bulu kuduk pengunjungnya berdiri.<br />
Namun memasuki musem Bank Indonesia di Jakarta, kesan itu tidak terasa sama sekali.<br />
Di beberapa bagian memang sudah pernah diperbaikai. Namun, bentuk dan desain nyaris tak menghilangkan aslinya. Sehingga  saat memasuki gedung yang dulu bernama De Javasche Bank ini, keaslian meja teller jaman Belanda pun masih terlihat.<br />
Di dalam museum sendiri, ada dua belas ruangan kecil kerangkeng yang digunakan sebagai tempat transaksi menabung atau meminjam uang. Demikian pula lantainya, masih asli, tidak ada perubahan, namun tentunya dirawat dan diperbaiki sana-sini agar terlihat bagus. Yang paling menarik di museum ini adalah ruang peralihan. Pintu pertama saat memasuki musem. Disini pengunjung dapat berinteraksi menagkap uang koin yang berjatuhan dalam gambar proyektor. Uang koin tersebut dapat ditangkap hanya dengan bayangan tangan. Dan jika  tertangkap maka akan diinformasikan nilai dan sejarah uang tersebut.<br />
Ada ratusan uang kuno yang dikoleksi. Mulai uang yang terbuat dari daun, kain tenun, logam emas, kertas dll. Tentunya dengan keterangan sejarah uang tersebut dijelaskan dengan rinci.<br />
Teknologi jaman Belanda yang juga cukup menarik adalah teknologi cermin bayangan. Teknologi ini layaknya CCTV jaman sekarang. Ada sebuah ruangan tempat menyimpan cadangan uang dan emas berbentuk kotak. Ditengahnya terdapat sebuah ruangan lagi berbentuk sama hanya diberi jeda sekitar 50 CM.<br />
Nah, disudut siku ruangan dalam diletakan cermin. Cermin ini memantulkan bayangan dari setiap orang yang memasuki ruangan tersebut. Jadi hanya dengan berdiri di satu titik pintu masuk, semua aktifitas dapat terpantau jelas. Mirip CCTV.<br />
Keunikan lain yang ditawarkan yakni adanya uang pelet, uang asli dari jaman kerajaan Banten yang digunakan sebagai bagian dari ritual melamar seorang gadis. Semuanya disajikan menarik, tanpa ada kesan horor.<br />
Selain berbagai fasilitas, museum Bank Indonesia juga menawarkan berbagai teknologi mulai dari sejarah Bank Indonesia, koleksi uang di jaman kerajaan, pengetahuan mengenai ke Bank sentralan dan berbagai informasi lainnya. Anda penasaran?-Ghiok Riswoto/MD</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=125&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/29/mengenal-lebih-dekat-keberadaan-museum-bank-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nadine Peduli Lingkungan</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/nadine-peduli-lingkungan/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/nadine-peduli-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 16:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artis Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=122&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_121" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-121" title="Nadine Peduli Lingkungan Laut" src="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2009/01/a-nadine2.jpg?w=300&#038;h=213" alt="Artis Cantik  yang juga mantan Putri Indonesia 2005 Nadine Candra Winata pun sangat peduli dengan  lingkungan baik darat maupun laut. Masa kita tidak?" width="300" height="213" /><p class="wp-caption-text">Artis Cantik  yang juga mantan Putri Indonesia 2005 Nadine Candra Winata pun sangat peduli dengan  lingkungan baik darat maupun laut. Masa kita tidak?</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=122&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/nadine-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2009/01/a-nadine2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nadine Peduli Lingkungan Laut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nadine Candra Winata Peduli Lingkungan</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/nadine-candra-winata-peduli-lingkungan/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/nadine-candra-winata-peduli-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 16:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[3263]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=119&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-118" title="Nadine Candra Winata Peduli Lingkungan" src="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2009/01/a-nadine1.jpg?w=300&#038;h=262" alt="Nadine Candra Winata Peduli Lingkungan" width="300" height="262" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=119&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/nadine-candra-winata-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2009/01/a-nadine1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nadine Candra Winata Peduli Lingkungan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yovie &amp; Nuno in Konser Cirebon</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/yovie-nuno-in-konser-cirebon/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/yovie-nuno-in-konser-cirebon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 12:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[3263]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=114&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-113" title="Yovie &amp; Nuno in Konser" src="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2009/01/yovie-nuno.jpg?w=300&#038;h=198" alt="Yovie &amp; Nuno in Konser" width="300" height="198" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=114&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/yovie-nuno-in-konser-cirebon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2009/01/yovie-nuno.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Yovie &#38; Nuno in Konser</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Borondong Dalam Balutan Asmara Sejenis</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/mengintip-borondong-dalam-balutan-asmara-sejenis/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/mengintip-borondong-dalam-balutan-asmara-sejenis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 12:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Mengintip Borondong Dalam Balutan Asmara Sejenis ASMARA sejenis atau populer disebut pasangan guy baik homoseksual maupun biseksual,  sebenarnya  bukanlah  fenomena  baru   dalam perjalanan kehidupan  sejarah manusia.  Prilaku  menyimpang  ini sudah terjadi sejak ratusan tahun silam. Saat ini asmara  sejenis bahkan tidak hanya terjadi di kota-kota metrpolis seperti Jakarta saja,  tetapi  sudah merambah hingga  ke  daerah-daerah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=111&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengintip Borondong Dalam Balutan Asmara Sejenis</p>
<p>ASMARA sejenis atau populer disebut pasangan guy baik homoseksual maupun biseksual,  sebenarnya  bukanlah  fenomena  baru   dalam perjalanan kehidupan  sejarah manusia.  Prilaku  menyimpang  ini sudah terjadi sejak ratusan tahun silam. Saat ini asmara  sejenis bahkan tidak hanya terjadi di kota-kota metrpolis seperti Jakarta saja,  tetapi  sudah merambah hingga  ke  daerah-daerah  tertentu termasuk  Cirebon. Tak terasa gejala dan fenomena asmara  sejenis bahkan kini semakin banyak menjangkiti kalangan remaja Cirebon.<br />
Bisa  dibilang,  sebagai  second  city  di  Jawa  Barat,  Cirebon terbilang  banyak  dihuni oleh para brondong atau  simpanan  para<span id="more-111"></span> penikmat hubungan sejenis (guy)<br />
Mengintip kehidupan para penikmat asmara sejenis, sebenarnya  bak mengusut  benang  kusut. Namun pada dasarnya  prilaku  menyimpang ini sebenarnya di picu oleh berbagai alasan mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, ekonomi dan bahkan impian meraih sesuatu yang  lebih  dalam kehidupannya. Tak heran,  jika  kemudian  para pelaku asmara sejenis ini lebih didominasi oleh para remaja belia atau kerap disebut brondong.<br />
Alasannya cukup masuk akal, para remaja usia belia yang  notabene tengah mencari jati diri, kadang tak lagi berpikir panjang dengan apa  yang  dilakukannya. Celakanya, jika para  brondong  tersebut pada  akhirnya  terperangkap  dalam  prilaku  menyimpang   dengan penikmat  sek sejenis atau gay, hampir bisa dipastikan   ia  juga akan semakin menikmati perannya sebagai brondong.<br />
Pada  umumnya, sebutan brondong sebenarnya kerap  kali  digunakan oleh  banyak  kalangan  yang  merasa  memiliki  peliharaan   atau simpanan,  baik itu kalangan tante-tante, kaum gay  atau   pelaku dunia malam seperti para PL juga sering kali menyebut pasangannya dengan  brondong. Karenanya, kendati setiap orang  memiliki  arti yang  beragam  tentang  brondong,  pada  dasarnya  semuanya  sama brondong  bagaikan  mainan  yang  diharapkan  bisa  dipakai   dan memuaskan  hasrat si pemilik, entah itu kalangan  tante,  pemandu lagu  (PL) atau bahkan banci maupun para penikmat  cinta  sejenis baik homoseksual maupun biseksual.<br />
Jika harus memilih, kebanyakan brondong tentu harusnya lebih suka dengan kalangan tante. Alasannya meski dari berbagai aspek jelas-jelas melanggar, berkencan dengan lawan jenis tentu sehat  secara seksual.  Berbeda  dengan brondong yang menjadi mainan  para  guy (homoseksual  dan  biseksual)  yang  mau  tidak  mau  akan  terus menularkan  prilaku-prilaku  menyimpang  dengan  jeratan   asmara sejenis.</p>
<p>Dari Yang Tersembunyi Hingga Yang Terang-terangan</p>
<p>HUBUNGAN  sesama  jenis baik antara  laki-laki  dengan  laki-laki maupun  perempuan  dengan  perempuan,  hingga  kini  belum   bisa diterima  di Indonesia. Sayangnya pemerintah sendiri  tidak  bisa mengambil  tindakan  terhadap  para  pelaku  hubungan   terlarang tersebut.  Pasalnya  hingga  kini  belum  ada  perundangan   yang mengatur hubungan sejenis.<br />
Dan  saat  pemerintah sibuk merencanakan  berbagai  undang-undang yang  mengatur  kemasyarakatan, tanpa  disadari  penyakit  asmara   ð 7   3                     Šsejenis ini secara leluasa bebas bergerak menggerogoti moral anak bangsa  kita. Apalagi tak bisa dipungkiri, kebanyakan  masyarakat Indonesia,  khususnya Cirebon  berpenghasilan  menengah  kebawah. Sehingga  alasan  ekonomi  menjadi  sesuatu  yang  sangat   untuk menjerat   para  remaja  menjadi  brondong-brondong   yang   siap memuaskan  para  guy atau sejenisnya. Walhasil hal  ini   menjadi salah  satu  pemicu terus berkembangnya  gelora  cinta   hubungan sesama  jenis. Karenanya jangan heran jika kemudian Kota  Cirebon cukup  banyak  dihuni oleh kalangan waria dan kaum  guy.  Apalagi komunitas mereka juga sudah cukup banyak memiliki anggotanya dari masyarakat Cirebon.<br />
Hasil  penelusuran &#8220;MD&#8221;, para brondong yang mayoritas berusia  di bawah  20  tahun ini pun seperti terjebak dalam  kubangan  lumpur hidup  yang siap menarik dirinya kapanpun. Dari mulai yang  mampu bermain rapi hingga yang terang-terangan, semuanya mengaku merasa ketagihan  menjadi  brondong. Meski secara  nalar  kadang  mereka menolak hubungan yang kerap dianalogikan &#8220;jeruk makan jeruk&#8221;.<br />
Namun, rasa ketagihan terus menjadikan mereka merasa sulit  untuk melepaskan  diri.  Ketagihan akan uang yang  mengalir  dari  sang majikan  dan  ketagihan fantasi-fantasi liar  bersentuhan  dengan sesama jenis.<br />
Seperti  diungkapkan  salah seorang remaja  berinisial  Ah  (19), sedikitpun  ia  tak  pernah  berpikir  perjalanan  hidupnya  akan diwarnai  prilaku-prilaku menyimpang. Apalagi ABG berkulit  putih dan terlihat cukup keren ini mengaku tak satupun dari keluarganya yang  mengetahui kemalangannya saat ini. Bagi remaja  asal  Ciwai Gebang Kuningan ini, menjadi budak para homoseksual dan biseksual adalah  mimpi buruk yang hingga kini terus membelenggunya.  Namun secara sadar, remaja yang memiliki tinggi badan 172 cm ini  tetap ingin kembali hidup normal.<br />
Dalam bincang-bincangnya dengan &#8220;MD&#8221; Ah yang semula enggan  untuk berbicara terbuka ini menuturkan, alasan ia dan beberapa temannya terjerumus  ke jurang itu pada awalnya tak disadari sama  sekali. Semuanya  berubah  saat seseorang mengenalkannya ke  dalam  dunia pragawan.  Tampangnya yang memang tergolong ganteng,  selanjutnya menjadikan  sosoknya  cukup digandrungi tidak hanya  oleh  wanita tetapi juga para waria dan guy.<br />
Meski  awalnya  merasa  jijik dengan ulah  para  homoseksual  dan biseksual tersebut. Namun kedekatan secara personil pada akhirnya membawanya  lebih  erat  dan  mulai  merasa  tidak  enak   dengan banyaknya  bantuan  yang  diberikan  kepadanya.  Apalagi  sebagai remaja  yang  masih  sekolah  diakui  Ah,  persoalan  uang  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari menjadi persoalan  paling sulit yang dirasakanya.<br />
Jeratan  para  penikmat  hubungan sejenis  kepada  para  brownies (brondong manis) sebutan untuk kalangan ABG yang terlibat praktek sek tersebut, memang sangat luar biasa. Terbukti dari yang  masih malu-malu  hingga  yang terang-terangan, saat  ini  cukup  banyak bertebaran brondong-brondong manis. Caranyapun cukup  bervariatif ada  yang  hidup  satu  kos-kosan, ada  juga  yang  hanya  ketemu sesekali   hanya  untuk  mendapatkan  uang  sebagai   upah   atas layanannya.<br />
Yang  menarik  tarif brondong juga ternyata  cukup  unik,  selain wajah, status sosial si brondong juga ternyata cukup  menentukan, apakah  pelajar  atau mahasiswa. Meskipun tetap saja  akan  tetap   ð 7   3                     Šberujung  pada  kemampuan  si  pelaku  untuk  membayar   brondong tersebut. Adakalanya, jika sudah sama-sama suka dan merasa enjoy, uang  bahkan  tidak lagi jadi patokan. Yang penting  bagi  mereka bisa menyalurkan hasrat biologisnya.<br />
Fenomena banyaknya penikmat sesama jenis yang juga dari  kalangan pas-pasan,  ternyata berdampak lain Kota Cirebon.  Hasilnya  bisa dilihat  bagi  mereka yang tidak sanggup membayar  brondong  yang rata-rata  bertarif Rp200.000,00- hingga  Rp500.000,00-,.  Mereka tentu akan mencari cara mendapatkan lelaki muda dengan biaya yang murah. Hasilnya beberapa tempat di Kota Cirebon seperti alun-alun Kejaksan   dan  pusat-pusat  perbelanjaan  sering  kali   menjadi pangkalan mereka mencari mangsa.<br />
Apalagi  secara fisik mereka nyaris tak tampak beda dengan  laki-laki  kebanyakan.  Tak  jarang  untuk  ukuran  pria,  wajah  para homoseksual dan biseksual ini jauh lebih keren dan tampak  gagah. Meskipun   sesekali   sering   terlihat   sisi   kelembutan   dan feminismenya.</p>
<p>Kode Etik dan Bahasa Tertentu Dikalangan Penikmat Sesama Jenis</p>
<p>UNTUK  memuluskan dan menjaga kerahasiaan seorang brondong,  para penikmat  hubungan sesama jenis juga kerap kali menggunakan  kode etik dan istilah serta bahasa khusus dalam bertransaksi.<br />
Bahasa yang menurut mereka hanya kaumnyalah yang mengerti.<br />
Sebagai  contoh,  jika  para  pemakai  ingin  menanyakan   apakah brondong  tersebut mau atau bisa pakai, diantara  kaumnya  mereka kerap  kali  melakukan pertanyaan  semisal  &lt;I&gt;mawar&lt;*J&gt;&lt;P&gt;  atau &lt;I&gt;mawardi&lt;*J&gt;&lt;P&gt;, yang artinya mau apa tidak.<br />
Kata    lain   yang   sejenis   kerap   kali    digunakan    kata &lt;I&gt;bisikan&lt;*J&gt;&lt;P&gt; yang artinya bisa atau tidak.<br />
Untuk menyebut kata mahal, jika si brondong minta terlalu tinggi, para  penikmat kerap menyebutnya dengan  kata  &lt;I&gt;maharani&lt;*J&gt;&lt;P&gt; yang berarti mahal. Lawan katanya &lt;I&gt;mursida&lt;*J&gt;&lt;P&gt; yang  berarti murah.<br />
Bahkan  untuk menggambarkan seberapa piawai sang  brondong  dalam memberikan  servise  terhadap majikan,  mereka  juga  membalutnya dalam  bahasa yang santun. Semisal,  maaf untuk bermain  belakang atau  sodomi, para brondong kerap menyebutnya dengan istilah  Sop Buntut.  Sementara  untuk  bergaya  nungging  mereka  menyebutnya dengan  ayam  panggang. Untuk mengoral (maaf)  kalangan  brownies juga  memiliki istilah cukup bervariasi seperti Lima  Satu  untuk onani dengan tangan dan semur lidah untuk mengulum dengan  lidah. Ghiok Riswoto</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=111&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2009/01/06/mengintip-borondong-dalam-balutan-asmara-sejenis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Cirebon di Tengah APBD Gate Jilid II dan Gonjang-ganjing Jasmara</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/18/dprd-kota-cirebon-di-tengah-apbd-gate-jilid-ii-dan-gonjang-ganjing-jasmara/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/18/dprd-kota-cirebon-di-tengah-apbd-gate-jilid-ii-dan-gonjang-ganjing-jasmara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 12:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Percikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Akhir Tahun Bidang Politik DPRD Kota Cirebon di Tengah APBD Gate Jilid II dan Gonjang-ganjing Jasmara &#8220;Mendadak Nyaleg&#8221; fenomena ini tampaknya tengah mewabah dalam perjalanan politik bangsa Indonesia tahun 2008 ini. Kesenangan dan fasilitas yang didapat saat duduk di kursi DPRD baik di tingkat kota/kabupaten, provinsi bahkan DPR-RI menjadikan orang berlomba-lomba memperebutkan kursi DPR. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=108&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Akhir Tahun Bidang Politik</p>
<p>DPRD Kota Cirebon di Tengah APBD Gate Jilid II dan Gonjang-ganjing Jasmara</p>
<p>&#8220;Mendadak Nyaleg&#8221; fenomena ini tampaknya tengah mewabah dalam perjalanan politik bangsa Indonesia tahun 2008 ini. Kesenangan dan fasilitas yang didapat saat duduk di kursi DPRD baik di tingkat kota/kabupaten, provinsi bahkan DPR-RI menjadikan orang berlomba-lomba memperebutkan kursi DPR.<br />
Semuanya berlomba menjual segala yang bisa dijual, popularitas, janji-janji hingga membagi-bagikan sebagian hartanya hanya untuk mendapatkan suara dalam pemilu mendatang.<br />
Walhasil, jangan heran jika kemudian dalam pemilu 2009 mendatang akan banyak wajah baru yang tercatat sebagai calon legislatif. Mulai dari pengurus partai,pengusaha, pengacara, wartawan bahkan artis, semuanya berlomba-lomba memperebutkan kursi empuk DPR. Semuanya tak jauh berbeda dengan para pengangguran yang tengah mencari pekerjaan lewat gedung DPR.<br />
Ya, memang ada banyak alasan kenapa kemudian orang berlomba-lomba menjadi anggota DPRD. Selain naiknya status sosial di masyarakat dan gelar sebagai wakil rakyat, konon banyak sekali uang kanan kiri di luar uang kehormatan yang diterima anggota DPR kita.<br />
Apalagi paradikma lama memang masih sangat kental terjadi di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan aksi suap untuk meloloskan <span id="more-108"></span><br />
Ada banyak contoh yang bisa kita petik pelajaran, seperti yang mencuat dalam beberapa kasus di tahun 2008 ini sebut saja aliran dana BLBI dan kasus alih fungsi hutan di daerah Kabupaten Bintan yang kesemuanya menyeret anggota DPR-RI kita.<br />
Dalam kasus tersebut bisa kita lihat bersama, berapa banyak uang yang mengalir ke kantong anggota DPR kita. Mungkin pesona ini pula yang kemudian menjadi alasan fenomena mendadak nyaleg mewabah di Indonesia bahkan ke tingkat daerah seperti Cirebon.<br />
Perjalanan politik di Kota Cirebon sendiri khususnya di kalangan legislatifnya sebenarnya tak jauh dengan daerah lain. Isu penyimpangan penggunaan anggaran APBD masih menjadi topik segar yang kini tengan mengancam sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon.<br />
Terlebih di bulan Desember 2008 ini, sedikitnya 8 orang bahkan sudah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan APBD Kota Cirebon pos anggaran pengadaan barang dan jasa serta biaya operasional.<br />
Nilai yang diduga diselewengkanpun terbilang luar biasa hingga mencapai Rp4,9 miliar.<br />
Terkait kasus dugaan korupsi APBD tahun 2004 ini,sejak Agustus 2008 lalu  Satuan Tindak Pidana Korupsi (Sat Tipikor) Polda Jabar bahkan sudah mulai memeriksa memeriksa 27 anggota DPRD Kota Cirebon. Hingga saat ini pemeriksaan terkait dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 4,9 miliar lebih dalam projek pengadaan barang dan jasa serta tunjangan operasional tahun<br />
anggaran 2004 masih terus dilakukan. Meskipun hingga kini pihak Polda belum menahan satu orang pun dari 8 tersangka yang sudah ditetapkan.<br />
Badai lain yang tengah menghantam anggota DPRD Kota Cirebon juga masih berkutat dengan persoalan uang. Adanya temuan yang menyebutkan penyaluran dana jaring aspirasi masyarakat melalui DPRD dinilai tidak tepat sasaran.<br />
Padahal, lagi-lagi jatah alokasi dana jaring aspirasi anggota DPRD Kota Cirebon dalam APBD murni tahun 2008 mencapai Rp15 miliar dengan asumsi setiap anggota DPRD memiliki hak menyalurkan sebesar Rp500 juta.<br />
Angka yang tentu sangat besar dan bisa menjadi kebaikan jika disalurkan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.<br />
Sorotan terhadap legislatif kita semakin mengalir dari berbagai kalangan saat  pos dana jaring aspirasi DPRD kemudian ditambah dalam APBD perubahan sebesar Rp6 miliar dengan perhitungan masing-masing anggota memiliki hak anggaran sebesar Rp200 juta. Sehingga total selama tahun 2008 anggota DPRD Kota Cirebon memiliki hak anggaran dana jaring aspirasi sebesar Rp700 juta.<br />
Kalau saja keberadaan dana jaring aspirasi ini tidak rawan penyimpangan dan disalurkan kepada masyarakat seutuhnya, mungkin keberadaan pos anggaran tersebut tidak akan jadi sorotan. Apalagi alokasi dana itu jelas-jelas memang untuk kepentingan masyarakat. Tapi apa mau dikata, harapan tetap harapan tak bisa dipungkiri, kalangan legislatif kita memang hanyalah manusia biasa yang masih tergoda dengan harta. Karenanya jangan heran, kalau kemudian ada kompromi dalam penyaluran dana tersebut. Konfirasi untuk sama-sama memangkas uang yang seharusnya menjadi milik masyarakat untuk dialirkan sebagian kepada kantong-kantong pribadi mereka.<br />
Mencuatnya kembali APBD Gate di tahun 2008 ini tentu mengingatkan kita semua pada kasus serupa di tahun 2001. Secercah harapan pun cukup banyak disuarakan masyarakat Kota Cirebon dalam kasus ini. Tak muluk-muluk tentunya, kita hanya berharap aparat penegak hukum kita bisa benar-benar tuntas menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga tidak menimbulkan konflik baru. Harapan lain juga disuarakan agar ranah hukum tidaklah dicampur adukan dengan ranah politik demi sebuah kebenaran.<br />
Yang pasti apa pun yang terjadi dalam perjalanan politik di Kota Cirebon maupun di tingkat pusat, tentu saja ada nilai positif yang terkandung. Semoga hal ini akan memberikan pelajaran kepada para caleg mendatang agar lebih amanah saat terpilih nanti, karena sesungguhnya wakil rakyat dipilih  untuk memperjuangkan nasib rakyat bukan pribadi atau golongannya.<br />
Begitupun dengan pos dana jaring aspirasi yang hingga kini masih menjadi polemik, semoga saja semuanya berkaca masyarakat hanya menuntut apa yang menjadi haknya.<br />
Harapan yang paling utama tentu saja fenomena mendadak nyaleg akan menghasilkan pilihan yang tepat dan mampu menghasilkan wakil rakyat yang amanah dan mampu membawa masyarakat ke arah kemajuan. Bukan wakil rakyat yang minggat saat melihat masyarakat sekarat, bukan dewan yang hanya mencari harta karun dan bukan pula anggota DPR yang sawer hanya untuk pamer guna mencari popularitas menuju kursi DPR.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=108&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/18/dprd-kota-cirebon-di-tengah-apbd-gate-jilid-ii-dan-gonjang-ganjing-jasmara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunga Citra Lestari</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/13/bunga-citra-lestari-2/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/13/bunga-citra-lestari-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 04:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artis Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=105&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_104" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-104" title="Bunga Citra Lestari" src="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/bcl3.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Si Cantik Bunga Citra Lestari at Hotel Grage Cirebon" width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">Si Cantik Bunga Citra Lestari at Hotel Grage Cirebon</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=105&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/13/bunga-citra-lestari-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/bcl3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bunga Citra Lestari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemiskinan Menyeret Anak-anak Nelayan Putus Sekolah</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/kemiskinan-menyeret-anak-anak-nelayan-putus-sekolah/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/kemiskinan-menyeret-anak-anak-nelayan-putus-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 16:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ghiok Riswoto SALAH satu cara penyelenggarakan pendidikan adalah dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Penegasan itu jelas tercantum dalam Undang- undang Nomor 20 tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional, Bab III Pasal 4 ayat 5. Begitu pentingnya sehingga lelulur bangsa indonesia menciptakan ungkapan membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=99&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Ghiok Riswoto</p>
<p>SALAH   satu  cara  penyelenggarakan  pendidikan  adalah   dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga  masyarakat.  Penegasan itu jelas tercantum  dalam  Undang- undang Nomor 20 tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional, Bab III  Pasal  4 ayat 5. Begitu pentingnya sehingga  lelulur  bangsa  indonesia   menciptakan  ungkapan  membaca  adalah  kunci   ilmu,  sedangkan gudang ilmu adalah buku.<br />
Lalu  apakah hal itu berjalan sesuai dengan apa yang  diinginkan, bagaimana  sebenarnya  kondisi  dunia  pendidikan  di  indonesia? Jawabannya  sangat memprihatinakan. Beragam alasan dan  persoalan<br />
menjadi  salah  satu persoalan besar<span id="more-99"></span> buramnnya  pendidikan  kita.<br />
Salah  satunya bahkan sudah merenggut generasi muda seperti  yang terjadi di sejumlah kawasan daerah nelayan. Kemiskinan serta penderitaan hidup memaksa sebagian anak  nelayan harus  kehilangan  kesempatan mengenyam  bangku  sekolah.  Mereka bahkan  lebih  senang  membantu orang  tua  menangkap  ikan  atau menghabiskan waktu dengan bermain di tepi pantai.<br />
Meski  tidak  ada satupun hasil survey dari dinas  atau  instansi terkait yang bisa menyuguhkan data akurat. Namun,penelusuran  tim &#8220;MD&#8221;, di sejumlah perkampungan nelayan seperti nelayan  Panjunan,<br />
nelayan  Samadikun  dan  nelayan  kesunean  cukup  mencengangkan.<br />
Pasalnya,  angka  anak-anak yang terpaksa  tidak  bisa  mengenyam dunia pendidikan cukup banyak dialami anak-anak nelayan kita.<br />
Dalam  kurun  waktu 2006 misalnya, anak-anak nelayan  yang  tidak bisa sekolah mencapai 291 anak dengan tingkatan usia 7 sampai  20 tahun.<br />
Secara rinci data yang berhasil dikumpulkan di Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon yang mayoritas dihuni  oleh masyarakat nelayan menyebutkan, dari jumlah KK 1110, jumlah  jiwa sebanyak  4797  terdiri dari laki-laki 2265  jiwa  dan  perempuan 2332.  Tingkatan pendidikan usia 7-12 tahun, dari 1197  anak  852 sekolah sisanya sebanyak 45 anak tidak sekolah.<br />
Sementara  usia  13-15 tahun, dari 640 anak 579  sekolah  dan  61 lainnya tidak sekolah. Untuk golongan 15 tahun ke atas dari  1789 tercatat 185 tidak sekolah dan sisanya 1625 sekolah.<br />
Selain faktor kemiskinan, ketidakseriusan jajaran Pemerintah Kota Cirebon dan unsur pendidikan juga memiliiki andil besar  terhadap banyaknya  anak nelayan yang tidak bisa meneruskan  sekolah  atau<br />
terpaksa droup out.<br />
Jika data ditahun 2006 di satu kelurahan kampung nelayan sebanyak 291  anak  tidak  bisa sekolah. Bukan  hal  mustahil  jika  angka tersebut kini akan semakin bertambah besar. Alasannya,  kesulitan<br />
melaut akibat beberapa fenomena alam serta naiknya harga sejumlah barang   yang   dipicu  akibat  kenaikan  BBM   tentunya   sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan anak-anak nelayan.<br />
Sebagai  contoh  yang terjadi pada pasangan suami  istri  Suwarto (40)  dan  Wasti&#8217;ah  (38) warga RW  01  Pesisir  Utara  Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon.<br />
Kelima  anak asil dari perkawinan mereka terpaksa hanya dua  yang bisa  sekolah.  Adis Suudirman (20) anak pertama   dan  Windasari (15) anak kedua mereka terpaksa harus puas sekolah sampai kelas 6<br />
SD karena tidak ada biaya. Sementara anak ketiga dan  keempatnya, Ridwan  dan Sumaheni kini duduk di bangku sekolah dasar kelas  IV  dan  kini  terancam gagal. Sementara anak  terakhir  mereka  Desi<br />
Puspitasari  (9) lebih mengkhawatirkan karena terancam  tak  bisa masuk sekolah.<br />
Selain faktor kemiskinan, persoalan lain karena lemahnya  jajaran pemkot   Cirebon  dan  dinas-  dinas  terkait   dalam   melakukan pendataan.  Karenanya bagaimana mungkin jika pemkot atau  jajaran<br />
disdik bisa mengentaskan persoalan pendidikan di kampung nelayan, jika  data  resmi  juga mereka tidak punya.  Sehingga  kalau  ada evaluasi  dari  Disdik  itu tentu hanya  sebatas  wacana,  karena<br />
jajaran  disdik mulai dari UPTD, hingga kantor Dinas sama  sekali tak pernah melakukan pendataan secara menyeluruh.<br />
Rujukan  lain yang cukup mengagetkan jika kita mengkaji  beberapa data  penemuan  secara nasional yang menunjukan  betapa  lemahnya bangsa kita di sektor pendidikanj.<br />
Secara keseluruhan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bangsa Indonesia data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di  atas  15  tahun yang membaca koran pada  minggu  hanya  55,11 persen.  Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya  29,22<br />
persen, buku cerita 16,72 persen, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan  yang  membaca  buku ilmu  pengetahuan  lainnya  hanya  21,07 persen.<br />
Data BPS lainnya juga menunjukkan bahwa penduduk Indonesia  belum menjadikan   membaca  sebagai  informasi.  Orang  lebih   memilih televisi  dan  mendengarkan radio.  Malahan,  kecenderungan  cara mendapatkan  informasi  lewat membaca stagnan sejak  1993.  Hanya<br />
naik  sekitar 0,2 persen. Jauh jika dibandingkan dengan  menonton televisi yang kenaikan persentasenya mencapai 211,1 persen.Data  2006 menunjukkan bahwa orang Indonesia yang  membaca  untuk mendapatkan  informasi  baru  23,5 persen  dari  total  penduduk.<br />
Sedangkan,  dengan  menonton televisi sebanyak  85,9  persen  dan mendengarkan radio sebesar 40,3 persen.Angka-angka tersebut menggambarkan bahwa minat penduduk Indonesia masih  rendah.  Padahal,  untuk meningkatkan  minat  baca,  harus dimulai  sejak anak-anak. Namun, saat ini pun  kondisi  kemampuan membaca  (reading  literacy) anak indonesia masih  rendah.  Tidak perlu membandingkan dengan negara yang sudah maju, dengan  sesama negara   yang  berkembang lainyapun kemampuan  membaca  anak-anak Indonesia masih rendah.<br />
Data  lain  juga menunjukan yang sama. Pada  1992,  Internasional Associations for Evaluation of Educational (IEA) melakukan  studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV di 30 negara dunia. Kesimpulan dari studi tersebut menyebutkan bahwa indonesia menempati urutan ke-29! Hanya setingkat diatas negara Venezuella.<br />
Lalu,  dalam  laporan Worl Bank dalam sebuah  laporan  pendidikan Education In Indonesia From Crisis to Recovery menyebutkan  bahwa kemampuan  membaca ana-anak kelas IV sekolah dasar  di  Indonesia masih  dibawah  negara Asia lainnya.  Laporan  tersebut  mengutip hasil  Vincent  Greannary pada 1998  yang  menunjukkan  Indonesia hanya mampu meraih nilai 51,7. Sedangkan negara Asia lainnya yang juga menjadi objek nilai, seperti Filipina memperoleh nilai 52,6, Thailand 65,1, Singapura 74,0 dan Hong Kong 75,5.Buruknya kemampuan anak-anak Indonesia berdampak pada  penguasaan<br />
bidang ilmu pengetahuan dan matematika. Hasil tes yang  dilakukan Trends in Science Study (TIMSS) 2003 terhadap para siswa kelas II SLTP  50  negara  di  dunia,  menunjukkan  prestasi   siswa-siswa  Indonesia  berada  di  peringkat  ke-36  dengan  nilai  rata-rata Internasional 474.Merujuk  pada  data-data tersebut memang tidak  adil,  jika  kita memvonis  terlalu  jauh  terhadap dunia  pendidikan  kita.  Namun fenomena  yang terjadi di sejumlah anak-anak nelayan tentu  harus menjadi tanggung jawab bersama. Pasalnya, bicara wilayah  Pantura Cirebon tak akan pernah lepas dari kehidupan nelayan yang  setiap hari bergelut dengan kemiskinan dan kesengsaraan. Tak heran  jika<br />
kemudian  kesengsaraan tersebut merembet ke berbagai sektor  lain termasuk pendidikan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=99&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/kemiskinan-menyeret-anak-anak-nelayan-putus-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trio Macan in Action</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/trio-macan-in-action/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/trio-macan-in-action/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 16:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Woro-woro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=97&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_96" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/a-trio.jpg"><img src="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/a-trio.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Tampil total Trio Macan dengan gayanya yang liar" title="Trio Macan in Action" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-96" /></a><p class="wp-caption-text">Tampil total Trio Macan dengan gayanya yang liar</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=97&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/trio-macan-in-action/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/a-trio.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Trio Macan in Action</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kesabaran Habis</title>
		<link>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/ketika-kesabaran-habis/</link>
		<comments>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/ketika-kesabaran-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 16:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ghiok Riswoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Woro-woro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ghiokriswoto.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=94&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_93" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/demo11.jpg"><img src="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/demo11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Demo Warga Meminta Pemkot Cirebon Tuntaskan Krisis Air PDAM" title="Ketika Kesabaran Habis" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-93" /></a><p class="wp-caption-text">Demo Warga Meminta Pemkot Cirebon Tuntaskan Krisis Air PDAM</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ghiokriswoto.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ghiokriswoto.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ghiokriswoto.wordpress.com&amp;blog=5632092&amp;post=94&amp;subd=ghiokriswoto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ghiokriswoto.wordpress.com/2008/12/02/ketika-kesabaran-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eabc371dbe3a3f495d1fb01528672330?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ghiok Riswoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghiokriswoto.files.wordpress.com/2008/12/demo11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ketika Kesabaran Habis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
